Bilanginitu ke bapak kamu, ya!?" Contoh 3 Pada suatu hari, di sekolah negeri yang antah berantah, seorang guru dapat memberi tahu kepada murid-muridnya bahwa sekolah mereka nantinya akan menjadi Sekolah SBI. Guru: "Anak-anak ada kabar gembira untuk kalian semua, sekolah kita ternyata sebentar lagi akan menjadi sebuah sekolah SBI atau Urusandan bapak ibu guru yeng terlibat. Dengan dibukanya katup kepemimpinan yang pada kesempatan itu pula pak Jono kemudian guru matematika mempuntai kemampuan tentang kepramukaan maka guru tersebut diberikan tugas tambahan untuk membina siswa dalam kegiatan ektrakurikuler 40. Pages: 1 - 50; 51 - 69; Polisimemberi tugas pada mereka untuk mengadakan seminar anti narkoba selama seminggu. "Masalah mesin yang rusak, laporannya sudah ke meja Bapak dari hari Senin. Kalau boleh tahu, Bapak sudah memutuskan apa yang harus kita lakukan? Penumpung sebelah guru itu pun bertanya mantan murid ibu sekarang jadi copet ya 4 Peserta didik mengamati gambar atau video tentang mengenal bola basket dan teknik dasar bola basket.. Menanya 1. Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan pada cek kemampuan awal. 2. Guru memberi kesempatan Tugas: Membuat hasil kajian dalam bentuk tulisan mengenai sejarah permainan bola basket. Kamutuh ya, ada-ada aja!" ucap mama Erfa, Erfa!" tambah papa Setelah menikmati lezatnya sarapan dan hangatnya obrolan, Erfa pamit untuk berangkat. Ini adalah awal Erfa masuk SMA. Sekolah dimana kita mulai untuk berpikir dewasa [Baca Selengkapnya] Bahagia Itu Indah Saudara. Itulah kata yang mengadung penuh cinta dan kasih sayang. Saudara. Pemikiranfilosof Arthur Schopenhauer banyak dipengaruhi oleh dasar pemikiran Im manuel K ant. Kant membagi realitas dunia atas dua bagian yang ia sebut sebagai "das ding an Sich" [5] (no u mena) dan dunia yang terdiri dari obyek-obyek yang menampakan diri kepada subyek (f enomena). Pe n genalan subyek atas obyek yang menampakan diri ini terjadi melalui pengindraan dan refleksi intelek. Diatas semuanya itu, para Guru sebagai pelayan pastoral, harus berada di posisi yang paling baik dan strategis untuk mengembalikan hubungan yang sudah hilang itu. Misalnya: Pada akhir abad pertengahan, melalui suatu proses sekularisasi, lembaga-lembaga non-religius dibentuk untuk memenuhi fungsi-fungsi yang disediakan oleh Gereja, dan Sejakdikumandangkannya Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda II, Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu bangsa kita dan sekaligus alat perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yang efektif. Moh. Yamin sebagai penggagas saat itu memandang perlunya sebuah bahasa yang dapat dipakai sebagai identitas, alat komunikasi yang dipahami oleh sebagian besar bangsa di Indonesia. Sebuah alat menyatukan 8cara untuk membantu Anda menyelesaikan apa yang Anda mulai. 1. BUAT RENCANA. Setiap pekerjaan besar dapat terlihat sebagai serangkaian tugas yang kecil, dan jadwal produksi, kerangka kerja atau Selainitu guru mengulang kembali dalam memberi penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai tutor bersamaan dengan pemberian modul. Modul diberikan kepada tutor beberapa hari sebelum pelaksanaan tindakan siklus kedua, agar tutor dapat mempelajari dengan matang. BgAX. Pendahuluan Sebagian besar dari kehidupan Presiden David O. McKay adalah menjadi seorang guru. Dia memenuhi peranannya dalam pemanggilan-pemanggilan sebagai misionari, guru sekolah, administrator, Rasul, Presiden Gereja, dan ayah. Dalam sebuah pesan yang secara khusus ditujukan kepada para pemimpin imamat, dia membagikan sebuah pengalaman yang berhubungan dengan semua yang memiliki kesempatan untuk mengajar โ€œSuatu hari saya berkesempatan mengendarai mobil melewati ladang di kota kelahiran saya. Saya melewati dua lahan pertanian di dekat kanal pegunungan. Saya melihat salah satu ladang itu benar-benar subur tanaman gandumnya. Meskipun musim kering, hawa dingin di musim semi, dan ketidakberuntungan lainnya, si petani telah [menghasilkan] ladang yang subur. Di sebelah pagar yang lainnya terdapat ladang gandum, kalau boleh dibilang, ladang yang gagal. Saya berkata kepada orang itu, Mengapa, apa yang terjadi? Anda pasti telah menanam benih yang buruk.โ€™ Tidak, ini benih yang sama, seperti yang ditanam tetangga saya.โ€™ Jadi, mungkin sudah terlambat ketika ditanam, dan Anda tidak punya cukup air di tanah untuk menyuburkannya.โ€™ Benih itu ditanam di sore yang sama ketika dia menanamnya.โ€™ Setelah lebih lanjut menanyakan, saya mengetahui bahwa orang pertama telah membajak tanahnya di musim gugur; lalu dia menggarunya dengan hati-hati pada musim semi, dengan memberi jerami pada permukaan tanah, dan mengolah tanah seperti itu dapat menghemat kelembaban di musim dingin. Sebaliknya, tetangganya, membajak tanahnya di akhir musim semi, dengan meninggalkan tanah bajakan itu tanpa digaru sehingga kelembabannya menguap. Setelah menabur benih datang empat sampai enam minggu [musim kering], serta tidak ada kelembaban untuk menyuburkan benih itu. Orang pertama telah membuat persiapan, persiapan yang benar, dan alam memberi hasil. Orang kedua bekerja keras, tetapi persiapannya buruk; juga, dia tidak membuat persiapan yang cukup. Presiden McKay menggunakan kisah ini untuk menggambarkan pengaruh guru. Dia mengatakan, โ€œDi taman Allah yang besar telah ditempatkan para penjaga yang disebut guru, dan mereka diminta untuk memelihara serta mengilhami anak-anak Allah. Saya berpendapat bahwa Tukang Kebun yang Hebat dalam mengawasi ladangnya dapat melihat beberapa orang yang tumbuh dalam kegiatan yang benar dan yang lain layu karena tugas yang diabaikan, lingkup kesombongan yang mengerikan, atau kehancuran karena minuman beralkohol. Mengapa? Barangkali karena si tukang kebun, para penjaga itu, tidak membuat persiapan yang cukup, atau melaksanakan tugas mereka dengan baik.โ€2 Baik mengacu pada orang tua, guru kelas, atau pengajar ke rumah maupun pengajar berkunjung, Presiden McKay mengabdikan banyak pelayanannya untuk menolong para anggota Gereja memahami pentingnya dan pengaruh besar dari pengajaran yang efektif. Ajaran-ajaran David O. McKay Di Gereja kita memiliki banyak kesempatan untuk mengajar orang lain dan mengembangkan kekuatan pribadi. Kita adalah Gereja para guru. Di dalam rumah Orang Suci Zaman Akhir, ayah dan ibu harus menjadi guru dalam perkataanโ€”secara khusus diperlukan demikian berdasarkan wahyu dari Tuhan. Setiap organisasi pelengkap, setiap kuorum, dibentuk dari para pria dan wanita โ€ฆ yang secara umum disebut, Saya bersyukur atas keanggotaan di dalam Gereja yang agamanya mempersiapkan orang untuk berjuang melawan kekuatan dunia dan, yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup dalam perjuangan ini. Salah satu kekuatan itu adalah tanggung jawab mengajar, dan kesempatan yang disediakan di Gereja ini bagi begitu banyak orang untuk berbagi tanggung jawab ini โ€ฆ. Dalam memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk memperoleh kemajuan yang datang kepada guru sejati, pikirkan apa yang Gereja lakukan untuk menolong pasukan guru ini sebagai individu-individu untuk menjadi kuat dalam peperangan melawan kekuatan dunia! Pertama, diembankan kepada mereka kewajiban mengajar sesama mereka melalui teladan; dan tidak ada perlindungan yang lebih baik selain yang diberikan kepada pria ataupun wanita yang jujur. Kedua, kewajiban ini mengembangkan sifat Ilahi kasih bagi sesama. Yesus mengatakan kepada salah satu Rasul-Nya, โ€œโ€ฆ Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau โ€ฆ. Gembalakanlah domba-domba-Kuโ€ Yohanes 2115. Kasih harus mendahului tanggung jawab menggembalakan domba-domba itu. Dan puluhan ribu guru ini harus memiliki di dalam hati mereka kasih untuk mengajar, kasih bagi sesama, dan kesediaan untuk menerima tanggung jawab ini dengan sifat Ilahi kasih. Kemudian syarat yang ketiga, yaitu kemurnian hidup. Saya tidak dapat membayangkan seseorang yang mencemari dirinya sendiri, mengajarkan kemurnian dengan berhasil kepada anak-anak lelaki. Saya tidak dapat membayangkan seseorang yang memiliki keraguan di dalam benaknya mengenai keberadaan Allah, mengajarkan tentang keberadaan Tuhan dengan sangat mengesankan kepada anak-anak lelaki serta perempuan. Dia tidak dapat melakukan itu. Jika dia bertindak secara munafik dan berusaha mengajarkan hal itu, tindakannya akan bertolak belakang dengan perkataannyaโ€”dan akan berbahaya bagi anak-anak Anda jika mereka diajar oleh guru yang memiliki keraguan. Racun akan masuk, serta secara tidak sadar mereka manjadi sakit di dalam roh, karena racun yang ada dalam diri orang yang mereka percayai perlahan-lahan tertanam di dalam jiwa mereka. Gagasan mengenai guru yang berusaha mengajar para remaja untuk beriman kepada Allah, padahal guru tersebut tidak memiliki iman kepada Allah, adalah bertentangan dengan konsistensi, juga itu tidak masuk akal. Jadi syarat ketiga adalah kemurnian hidup dan iman kepada Injil Yesus Kristus. Terakhir, kewajiban ini memberi mereka kesempatan untuk melayani sesama, dan karenanya meningkatkan pemanggilan yang telah mereka terima, serta juga membuktikan bahwa mereka adalah para murid Kristus yang Dalam pembentukan karakter dan bimbingan semasa kanak-kanak, pengaruh orang tua adalah yang terbesar, pengaruh terbesar berikutnya adalah pengaruh guru โ€ฆ. โ€œAda kemuliaan sejati di dalam jiwa pria dan wanita yang dengan sungguh-sungguh berkeinginan serta berusaha menuntun anak-anak keluar dari pengaruh yang mencemarkan menuju lingkungan dengan standar-standar yang tinggi dan upaya yang mulia.โ€5 Guru yang efektif mempersiapkan diri melalui belajar, beriman, dan berdoa. Kewajiban besar seorang guru ialah harus mempersiapkan diri untuk mengajar. Guru tidak dapat mengajar orang lain apa yang dia sendiri tidak ketahui. Dia tidak dapat membuat siswanya merasa apa yang dia sendiri tidak rasakan. Dia tidak dapat berusaha menuntun seorang remaja putra atau remaja putri untuk memperoleh kesaksian akan Injil Allah jika guru itu sendiri tidak memiliki kesaksian. Ada tiga hal yang seharusnya membimbing semua guru pertama, mempelajari topik pelajaran; kedua, menjadikan topik pelajaran itu sebagai bagian dari diri Anda sendiri; ketiga, berusaha menuntun para siswa Anda agar topik pelajaran itu menjadi bagian dalam diri siswaโ€”bukan menumpahkan pelajaran tersebut kepada mereka, tetapi menuntun mereka untuk melihat apa yang Anda lihat, untuk mengetahui apa yang Anda ketahui, untuk merasakan apa yang Anda rasakan. Setiap guru harus siap dengan pelajarannya ketika dia menemui anak-anak lelaki dan perempuan di kelas; karena, ingatlah, cara Anda menyampaikan pelajaran tersebut, sikap Anda terhadap kebenaran dalam pelajaran itu sebagian besar akan menentukan sikap anak-anak lelaki serta perempuan terhadap pelajaran tersebut dan sikap mereka terhadap kegiatan Gereja secara umum. Jika Anda membiarkan mereka pergi begitu saja seusai kelas dengan perasaan di dalam jiwa muda mereka bahwa mereka tidak memperoleh apa-apa dengan datang ke kelas, maka Anda akan menemui kesulitan dalam mengajak mereka kembali ke kelas minggu berikutnya. Tetapi sebaliknya, jika Anda membuat mereka bersemangat, atau jika tidak dapat melakukan hal itu, jika Anda memberi mereka satu gagasan yang membangkitkan minat mereka, Anda akan menemukan bahwa perhatian serta keinginan mereka untuk kembali akan terlihat melalui kehadiran mereka satu minggu kemudian โ€ฆ. Sekadar membaca buku pegangan pelajaran sebelum mengajar tidaklah cukup. Dengan hanya berbuat demikian saya masih belum menguasai pelajaran itu, dan sampai pelajaran itu terkuasai, sampai saya merasa memiliki pesan yang harus diberikan kepada anggota kelas, saya tidak siap sebagaimana Tuhan telah meminta saya untuk mempersiapkan diri ketika Dia memanggil saya untuk menyampaikan firman-Nya. Pesan itu harus saya kuasai; apa yang ingin saya berikan kepada anak-anak lelaki serta perempuan itulah yang akan berarti ketika saya bertemu mereka. Saya dapat menguasai pelajaran dalam buku pegangan melalui belajar, beriman, serta Menyampaikan pelajaran yang dipersiapkan dengan baik adalah seperti belas kasihโ€”itu memberkati orang yang memberi dan orang yang menerimanya. Itu berlaku dalam pengajaran maupun dalam kehidupanโ€”โ€œBerikan kepada dunia yang terbaik yang Anda miliki, dan sebagai imbalannya Anda akan menerima yang terbaik pulaโ€ โ€ฆ. โ€ฆ Para guru, mulailah persiapan pelajaran Anda dengan doa. Ajarkan pelajaran-pelajaran Anda dengan hati yang penuh doa. Kemudian berdoalah agar Allah mau memperkaya pesan Anda di dalam jiwa anak-anak Anda melalui pengaruh Roh Ketertiban dan kekhidmatan di kelas-kelas Gereja menolong para remaja belajar rasa hormat dan pengendalian diri. Saya percaya bahwa kedisiplinan di kelas, yang meliputi pengendalian diri, dan yang artinya tenggang rasa terhadap sesama, adalah bagian paling penting dalam pengajaran โ€ฆ. Pelajaran paling baik yang dapat dipelajari seorang anak adalah pengendalian diri, dan merasakan hubungannya dengan orang lain sampai pada tingkat bahwa dia harus memiliki rasa hormat terhadap perasaan-perasaan mereka โ€ฆ. Lingkungan yang tidak tertib, lingkungan ketika rasa ketidakhormatan ditunjukkan kepada guru dan kepada sesama siswa, adalah lingkungan yang akan menghambat sifat-sifat paling penting dalam Kelas-kelas kita kadang-kadang menjadi tempat yang gaduh. Di sinilah kita membutuhkan guru-guru yang baik. Guru yang dapat menyajikan pelajaran dengan menarik akan memiliki ketertiban yang baik, serta ketika dia menemukan siswa yang bandel, melempar-lemparkan kertas di kelas, tidak memperhatikan, bingung, saling menendang, dia mungkin tahu bahwa pelajaran itu tidak disajikan dengan benar. Barangkali bahkan tidak dipersiapkan dengan matang โ€ฆ. Di dalam kelas anak-anak hendaknya diajar, hendaknya bebas berdiskusi, bebas berbicara, bebas berperan serta dalam pelajaran kelas, tetapi tidak seorang pun anggota kelas yang berhak mengganggu siswa lain dengan saling mendorong atau membuat pernyataan-pernyataan lucu dan menyimpang dari topik pelajaran. Dan menurut saya di Gereja ini, dalam kuorum-kuorum imamat dan kelas-kelas serta organisasi-organisasi pelengkap, para guru serta [pemimpin] seharusnya tidak membiarkan hal itu terjadi. Ketidaktertiban merugikan anak yang membuat keonaran itu sendiri. Dia seharusnya belajar bahwa ketika dia berada bersama orang lain ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dia lakukan semaunya sendiri. Dia tidak dapat melanggar hak teman-temannya. Biarkanlah anak-anak mempelajari pelajaran ini semasa muda karena ketika mereka berada di dalam masyarakat dan berusaha melanggar hukum, mereka harus berurusan dengan polisi serta pengadilan dan barangkali menerima hukuman. Ketertiban yang baik di kelas penting untuk menanamkan di dalam hati dan kehidupan para remaja putra serta remaja putri asas-asas pengendalian diri. Mereka ingin berbicara dan mereka ingin berbisik-bisik, tetapi mereka tidak dapat melakukannya karena itu akan mengganggu orang lain. Pelajarilah kekuatan serta pelajaran pengendalian Sekolah Minggu menantikan saat ketika di setiap kelas dalam Sekolah Minggu asas-asas ketepatan waktu, kesopanan, pengendalian diri, rasa hormat terhadap mereka yang berwenang, kerajinan, kecekatan, dan, terutama, kekhidmatan dan peribadatan, akan โ€ฆ [memenuhi] suasana Dalam usaha kita untuk mengajarkan kebenaran, Yesus Kristus adalah Teladan besar kita. Dalam sosok yang sesungguhnya, dalam karakter yang sebenarnya, Kristus sungguh luar biasa. Kepribadian yang saya maksud adalah semuanya yang dapat dimasukkan dalam pembentukan pribadi. Kepribadian adalah karunia dari Allah. Kepribadian sesungguhnya adalah mutiara yang sangat berharga, sebuah berkat kekal. Rekan-rekan guru, Anda dan saya tidak dapat berharap untuk memancarkan, bahkan sampai tingkat sekecil apa pun, kepribadian Guru besar kita, Yesus Kristus. Kepribadian setiap orang tidak seberapa dibandingkan dengan kepribadian Juruselamat; tetapi, meskipun itu tidak seberapa kekuatannya, kepribadian setiap guru hendaknya sama dengan kepribadian Juruselamat. Dalam hal yang menyangkut karakter, setiap guru mungkin memiliki keunggulan dan daya tarik tersendiri sehingga akan membawa dampak dengan cara yang luar biasa terhadap mereka yang akan dia ajar. Tetapi terlepas betapa pun menarik kepribadian seorang guru bagi anggota kelas, guru itu akan gagal dalam pekerjaannya jika dia mengarahkan kasih anak hanya dengan mengandalkan kepribadian guru saja. Adalah tugas guru mengajar anak untuk mengasihiโ€”bukan hanya mengasihi guru, tetapi juga kebenaran. Di mana saja, selalu kita menemukan bahwa Kristus melupakan diri-Nya untuk melakukan kehendak Bapa-Nya; demikian juga guru, sejauh itu menyangkut kepribadiannya, dia hendaknya melupakan dirinya demi kebenaran yang ingin dia Guru harus mengenal siapa yang dia ajar, agar dapat membedakan, setidaknya pada suatu tingkat, mengenai mentalitas dan kemampuan para anggota kelasnya. Dia hendaknya dapat membaca sorot wajah dan tanggap terhadap sikap mental dan rohani mereka yang sedang dia ajar. Sang Guru Besar memiliki kekuatan membedakan ini dengan sempurna. Dia dapat membaca pikiran yang tersembunyi serta menafsirkan setiap perasaan orang yang Dia ajar. Dalam memperoleh kekuatan ini guru yang sungguh-sungguh dapat mengembangkan kemampuan Juruselamat ini hanya sebagian. Terlalu sedikit guru yang mengembangkan karunia ini, bahkan sampai tingkat tertentu; meskipun demikian setiap guru memiliki tanggung jawab untuk menentukan bagaimana sebaiknya mendekati anggota kelas sehingga membangkitkan daya tarik yang Gunakan hal-hal yang ada di sekitar Anda. Perlihatkan teladan sang Guru Besar yang duduk bersama para murid-Nya dan memperhatikan para petani yang sedang menabur benih mereka pada musim semi. Dia mengatakan, โ€œSebagian jatuh di tanah yang baik, sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batuโ€ [lihat Markus 43โ€“8]. Di situ ada sebuah pelajaran tentang kehidupan. Perempuan dari Samaria yang datang untuk memuaskan dahaganya di sumur adalah contoh lainnya. Yesus mengatakan kepadanya bahwa air yang akan Dia berikan kepadanya akan menjadi sumber air yang mengalir sampai kepada kehidupan kekal [lihat Yohanes 414]. Kumpulkan itu sebagai pengalaman, dan kemudian ilustrasikan setiap pokok. Menurut saya itu pelajaran bagi setiap guruโ€”Anda yang memiliki pelajaran untuk dipersiapkanโ€”bukan sebuah ceramah, melainkan sebuah Para hamba Kristus yang layak, adalah Anda! Para guru! Pengikut sang Guru sejati, Teladan besar semua orang! Majulah dalam pekerjaan mulia Anda! Tidak ada pekerjaan yang lebih besar; tidak ada pekerjaan yang lebih bajik! Pekerjaan Anda adalah sukacita yang dijanjikan oleh Saran Belajar dan Pembahasan Apakah tanggung jawab guru? lihat hlm. 226โ€“228. Mengapa penting bahwa guru Injil memiliki kesaksian pribadi? Apakah berkat-berkat yang telah Anda terima setelah Anda mengajarkan Injil? Bagaimanakah kehidupan Anda telah diberkati atau diubah melalui para guru yang setia dan efektif? Dengan cara-cara apakah pelajaran yang dipersiapkan dengan baik mempengaruhi guru dan siswa? lihat hlm. 227โ€“228. Apakah beberapa cara yang dapat dipersiapkan para guru? lihat hlm. 227โ€“228. Apakah sumber-sumber yang tersedia di Gereja untuk pengembangan pengajaran? Apakah yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan ketertiban dan rasa hormat di kelas-kelas Gereja? lihat hlm. 229โ€“230. Bagaimanakah para remaja memperoleh manfaat apabila tercipta ketertiban di kelas? Apakah yang dapat orang tua lakukan untuk mendukung guru dalam upaya mereka untuk menjaga ketertiban kelas? Apakah perbedaan antara โ€œmengajarkan pelajaranโ€ dengan mengajar orang? Bagaimanakah Juruselamat mencontohkan keterampilan ini? Apa lagi yang dapat kita pelajari dari teladan Yesus Kristus sebagai sang Guru Sejati? lihat hlm. 230โ€“232. Apakah yang guru dapat lakukan untuk memastikan bahwa anggota kelas mengasihi โ€œbukan hanya guru, tetapi juga kebenaran yang diajarkanโ€? Bagaimanakah kita dapat menggunakan nasihat Presiden McKay untuk meningkatkan pengajaran di rumah kita? Apakah cara-cara yang telah Anda temukan untuk mengajar anak-anak Anda dengan efektif? Tulisan Suci Terkait Yohanes 2115โ€“17; 3 Nefi 2721; A&P 1121; 4214; 8877โ€“80, 118; 1328 Guru Adalah Pengertian Guru Tugas Guru Peran Guru Tanggung Jawab Guru Pendidik Pengajar Penjelasan tentang โ€œguruโ€ membutuhkan ruang yang khusus dan panjang. Tidak berlebihan, jika ditemukan sebuah buku dari depan sampai halaman terakhirnya, hanya membahas guru. Kareanya sosok yang penuh makna dalam diri setiap peserta didik ini, jangan sampai disalah pahami secara konsepsi. Jika ingin dikupas, kupaslah secara menyeluruh. Postingan kali ini, adalah ikhtiar untuk membahas guru secara keseleruhan, namun singkat. Pengertian Guru Secara Bahasa Kata guru berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya berat, besar, penting, baik sekali, terhormat, dan pengajar. Sementara dalam Bahasa Inggris dijumpai beberapa kata yang berarti guru, misalnya teacher yang berarti guru atau pengajar, educator yang berarti pendidik atau ahli mendidik, dan tutor yang berarti guru pribadi, guru yang mengajar di rumah, atau guru yang memberi les. Menurut Abuddin Nata, Guru Adalah seseorang yang memberikan pengetahuan, keterampilan atau pengalaman kepada orang lainMenurut Ramayulis, Guru Adalah orang yang bertanggung jawab untuk membimbing peserta didik menjadi manusia yang manusiawi yang memanusiakan manusia, sehingga tugas utamanya yaitu โ€œmendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi muridnya dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru bab I pasal I, Guru Adalah Pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan Poerwadarminta, Guru Adalah orang yang kerjanya mengajar. Dengan definisi ini, guru disamakan dengan Zakiyah Darajat, Guru Adalah pendidik profesional karena guru telah menerima dan memikul beban dari orang tua untuk ikut mendidik Sardiman AM, Guru Adalah salah satu komponen manusia dalam proses bellajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang A. Muri Yusuf, Guru adalah seorang yang mampu melaksanakan tindakan pendidikan dalam suatu situasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan atau seorang dewasa jujur, sehat jasmani dan rohani, susila, ahli, terampil, terbuka adil dan kasih Nana Sudjana, Guru Adalah ujung tombak pendidikan sebab guru secara langsung berupaya mempengaruhi, dan mengembangkan kemampuan siswa menjadi manusia yang cerdas, terampil dan bermoral tinggi. Sebgaimana ujung tombak guru dituntut memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik dan Imran, Guru Adalah jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus dalam tugas utamanya seperti mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan menengahMenurut Sudarwan Danim, Guru Adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi bagi para peserta didik, dan Jamil, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan Syaiful Bahri Djamarah, Guru Adalah sebagai orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak Ahmadi, Guru Adalah sebagai orang yang memberi atau melaksanakan tugas mendidik, yaitu secara sadar bertanggungjawab dalam membimbing anak untuk mencapai kedewasaannyaMenurut Muhammad Muntahibun Nafis, Guru Adalah bapak ruhani spiritual father bagi peserta didik, yang memberikan ilmu, pembinaan akhlak mulia, dan meluruskan perilaku yang buruk. 1 Tugas Personal Tugas ini menyangkut pribadi guru. Itulah sebabnya setiap guru perlu menatap dirinya dan memahami konsep dirinya, ia akan melihat bukan satu pribadi, tetapi ada tiga pribadi yaitu 1. Saya dengan konsep diri saya self concept 2. Saya dengan ide diri saya self idea 3. Saya dengan realita diri saya self reality 2 Tugas Sosial Tugas sosial guru adalah mengemban misi kemanusiaan dalam arti mengabdi kepada masyarakat. Oleh karena itu tugas guru adalah tugas pelayanan manusia gogos humaniora. 3 Tugas Profesional Sebagai suatu profesi, guru melaksanakan peran profesi professional role dimana guru harus menguasai pengetahuan yang diharapkan mampu memberi sejumlah pengetahuan kepada para peserta didik dengan hasil yang baik. Peran Guru Beberapa peran guru yang harus kita tahu, adalah 1 Korektor Sebagai korektor, Guru harus bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang tidak baik atau buruk. Kedua nilai yang berbeda ini harus benar-benar dipahami dalam kehidupan di dalam masyarakat. Kedua nilai ini mungkin telah siswa miliki dan mungkin pula telah mempengaruhinya sebelum siswa masuk di dalam lingkungan sekolah juga dari latar sosio-kultural masyarakat dimana siswa tinggal yang berbeda-beda sesuai dengan kehidupannya. Semua nilai yang baik harus Guru pertahankan dan semua nilai yang buruk harus disingkirkan dari jiwa dan watak siswa. Jika Guru membiarkannya, berarti Guru telah mengabaikan peranannya sebagai seorang korektor, yang menilai dan mengoreksi semua sikap, tingkah laku, dan perbuatan siswasiswanya 2 Inspirator Sebagai inspirator, seorang Guru harus dapat memberikan ilham yang baik dan inspirasi yang baik bagi kemajuan belajar siswa-siswanya. Guru harus dapat memberikan petunjuk ilham bagaimana cara belajar yang baik, bagaimana memberikan ide-ide yang baik untuk peningkatan prestasi belajar. Selain itu guru dalam hal ini harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan siswasiswanya sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. 3 Informator Sebagai informator, Guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain sejumlah bahan pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang telah diprogramkan dalam kurikulum. 4 Organisator Sebagai organisator, adalah sisi lain dari peranan yang diperlukan dari Guru. Dalam bidang ini seorang Guru memiliki kegiatan pengelolaan kegiatan akademik, menyusun Tata Tertib Sekolah, menyusun kalender akademik, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP, silabus, workshop, menyusun jadwal pelajaran, dan lain-lain. Komponen-komponen yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, semua diorganisasikan sedemikian rupa sehingga dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam belajar pada diri siswa. 5 Motivator Peranan Guru sebagai motifator ini penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Guru harus dapat merangsang dan memberikan dorongan serta untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan aktifitas dan kreativitas, sehingga akan terjadi dinamika didalam proses belajar mengajar. Dalam semboyan pendidikan di Taman Siswa sudah lama dikenal dengan istilah โ€œIng madya mangun karsaโ€. Peranan Guru sebagai motivator ini sangat penting dalam interaksi belajar mengajar, karena menyangkut esensi pekerjaan mendidik yang membutuhkan kemahiran sosial, dalam arti personalisasi dan sosialisasi diri. 6 Inisiator Dalam peranannya sebagai inisiator, Guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide dalam pendidikan dan pengajaran. Sudah barang tentu ide-ide itu merupakan ide-ide kreatif yang dapat dicontohkan kepada anak didiknya. Jadi termasuk pula dalam lingkup semboyan โ€œing ngarsa sung tuladhaโ€. 7 Fasilitator Sebagai fasilitator, Guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar siswa Oleh karena itu menjadi tugas Guru bagaimana menyediakan fasilitas sehingga interaksi belajar mengajar akan berlangsung secara efektif. Hal ini bergayuh dengan semboyan โ€œtut wuri handayaniโ€. 8 Pembimbing Peranan Guru yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai pembimbing. Peranan ini harus lebih dipentingkan, karena kehadiran Guru di sekolah adalah untuk membimbing siswa menjadi manusia dewasa susila yang cakap dan manusia yang bertanggung jawab. Dalam hal ini Guru sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun semua siswa. 9 Demonstator Dalam interaksi edukatif, tidak semua bahan pelajaran dapat siswa pahami. Untuk itu Guru harus berusaha dengan membantunya dengan cara memperagakan apa yang diajarkan, sehingga apa yang Guru inginkan sejalan dengan pemahaman siswa, tidak terjadi kesalahan pengertian antara Guru dan siswa. Tujuan pengajaran pun dapat tercapai dengan efektif dan efisien. 10 Pengelola Kelas Sebagai pengelola kelas, Guru hendaknya dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas merupakan tempat berhimpun semua siswa dan Guru dalam rangka menerima bahan pelajaran dari Guru. Kelas yang dikelola dengan baik akan menunjang jalannya interaksi edukatif. Sebaliknya, kelas yang tidak dikelola dengan baik akan menghambat kegiatan pengajaran. 11 Mediator Sebagai mediator, Guru dapat berperan sebagai penengah, sebagai pengatur lalu lintas jalannya diskusi. Kemacetan jalannya diskusi akibat siswa kurang mampu mencari jalan keluar dari pemecahan masalahnya, hal ini dapat Guru tengahi, bagaimana menganalisis permasalahan agar dapat diselesaikan oleh Guru sebagai mediator. 12 Supervisor Sebagai supervisor, Guru hendaknya dapat membantu, memperbaiki, dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Teknik-teknik supervise harus guru kuasai dengan baik agar dapat melakukan perbaikan terhadap situasi belajar mengajar. 13 Evaluator Guru dituntut untuk menjadi seorang evaluator yang baik dan jujur, dengan memberikan penilaian yang menyentuh aspek ekstrinsik dan intrinsik. Penilaian aspek intrinsik lebih menyentuh pada aspek kepribadian siswa, yakni aspek nilai values. Penilaian terhadap kepribadian siswa tentu diutamakan daripada penilaian terhadap jawaban siswa ketika diberikan tes. Siswa yang berprestasi baik, belum tentu memiliki kepribadian yang baik. Jadi, penilaian itu pada hakikatnya diarahkan pada perubahan kepribadian siswa agar menjadi manusia susila yang cakap dan bertanggung jawab. Tanggung Jawab Guru Menurut Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan,tanggung jawab guru, meliputi 1. Tanggung jawab moral, yaitu setiap guru harus memiliki kemampuan menghayati prilaku dan etika yang sesuai dengan moral pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Tanggung jawab dalam bidang pendidikan di sekolah, yaitu setiap guru harus menguasai cara belajar mengajar yang efektif, mampu membuat satuan pelajaran, mampu memahami kurikulum yang baik, mampu mengajar di kelas, mampu memberi nasehat, menguasai tehnik-tehnik pemberian bimbingan dan layanan, mampu membuat dan melaksanakan evaluasi. 3. Tanggung jawab guru dalam bidang kemasyarakatan, yaitu turut serta menyukseskan pembangunan dalam masyarakat dan melayani masyarakat dengan baik. 4. Tanggung jawab dalam bidang keilmuan, yaitu guru selaku ilmuwan bertanggung jawab dan turut serta dalam memajukan ilmu Lebih lanjutWens Tanlain, menyebutkan seorang guru yang mengamalkan tanggung jawabannya, umumnya memiliki sifat-sifat di bawah ini 1. Menerima dan mematuhi norma, nilai-nilai kemanusiaan; 2. Memikul tugas mendidik dengan bebas, berani, gembira tugas bukan menjadi beban baginya; 3. Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan serta akibat-akibat yang timbul kata hati; 4. Menghargai orang lain termasuk anak didik atau siswanya; 5. Bijaksana dan hati-hati tidak nekat, tidak sembrono, tidak singkat akal; dan 6. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. TIDAK boleh bagi seorang pegawai/guru yang bekerja pada suatu instansi/perusahan/sekolah dan yang sejenisnya, untuk menerima hadiah atau uang tipsโ€™ atau bonusโ€™ sebagian mengistilahkan dengan gratifikasi dari pihak lain, dimana pihak lain tadi memberi kepadanya disebabkan karena jabatan dia di tempat tersebut. Seandainya dia tidak bekerja di instansi tersebut, maka pihak tadi tidak akan memberi suatu hadiah/uang tips kepadanya. Kemudian, dia juga sudah diberi upah secara sempurna dari tempat dia bekerja sesuai dengan hak-nya. Maka jika dia masih menerima pemberian tersebut, maka itu sebagai bentuk khianat. Larangan ini juga berlaku kepada yang memberi. BACA JUGA Berkah Ramadhan, 4 Pasangan Seleb Ini dapat โ€œHadiahโ€ berupa Kehamilan Hal ini berdasarkan riwayat berikut ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุญูู…ูŽูŠู’ุฏู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูุฏููŠู‘ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุณู’ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฑูŽุฌูู„ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชู ุจูŽู†ููŠ ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูุŒ ูŠูุฏู’ุนูŽู‰ ุงุจู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูุชู’ุจููŠู‘ูŽุฉูุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุญูŽุงุณูŽุจูŽู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉูŒ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ููŽู‡ูŽู„ู‘ูŽุง ุฌูŽู„ูŽุณู’ุชูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุฃูŽุจููŠูƒูŽ ูˆูŽุฃูู…ู‘ููƒูŽุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฃู’ุชููŠูŽูƒูŽ ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุชููƒูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูŽ ุตูŽุงุฏูู‚ู‹ุงยป ุซูู…ู‘ูŽ ุฎูŽุทูŽุจูŽู†ูŽุงุŒ ููŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฃูŽุซู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ โ€ ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุชูŽุนู’ู…ูู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุนูŽู…ูŽู„ู ู…ูู…ู‘ูŽุง ูˆูŽู„ู‘ูŽุงู†ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ููŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉูŒ ุฃูู‡ู’ุฏููŠูŽุชู’ ู„ููŠุŒ ุฃูŽููŽู„ุงูŽ ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุฃูŽุจููŠู‡ู ูˆูŽุฃูู…ู‘ูู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฃู’ุชููŠูŽู‡ู ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุชูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฃู’ุฎูุฐู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ู‘ูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูŽู‚ููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุญู’ู…ูู„ูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ููŽู„ูŽุฃูŽุนู’ุฑูููŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู„ูŽู‚ููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุญู’ู…ูู„ู ุจูŽุนููŠุฑู‹ุง ู„ูŽู‡ู ุฑูุบูŽุงุกูŒุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽู‚ูŽุฑูŽุฉู‹ ู„ูŽู‡ูŽุง ุฎููˆูŽุงุฑูŒุŒ ุฃูŽูˆู’ ุดูŽุงุฉู‹ ุชูŽูŠู’ุนูŽุฑู โ€ ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽููŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฑูุฆููŠูŽ ุจูŽูŠูŽุงุถู ุฅูุจู’ุทูู‡ูุŒ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู‡ูŽู„ู’ ุจูŽู„ู‘ูŽุบู’ุชูยป ุจูŽุตู’ุฑูŽ ุนูŽูŠู’ู†ููŠ ูˆูŽุณูŽู…ู’ุนูŽ ุฃูุฐูู†ููŠ โ€œDari Abu Humaid As-Saโ€™idi dia berkata Rosulullah-shollallahu alaihi wa salam- mempekerjakan seorang laki-laki yang biasa dipanggil Ibnul Lutbiyyah untuk memungut shodaqoh zakat Bani Sulaim. Maka tatkala Ibnul Lutbiyyah datang, diapun menghitungnya seraya berkata Ini harta kalian dan ini hadiah untukku . Maka Rosulullah-shollallahu alaihi wa sallam-bersabda โ€œTidakkah kamu duduk di rumah bapakmu dan ibumu sehingga hadiahmu datang kepadamu jika kamu seorang yang jujur. Kemudian beliau berkhuthbah kepada kami, lalu memuji Alloh dan menyanjung-Nya lantas berkata โ€œAmma baโ€™du, sesungguhnya aku telah memperkerjakan seorang laki-laki dari kalian untuk suatu tugas dari apa yang telah Alloh serahkan kepadaku. Lalu dia dia datang seraya berkata โ€œIni harta kalian dan ini hadiah yang diberikan untukku. Tidakkah dia duduk di rumah bapak atau ibunya sehingga hadiahnya datang kepadanya ? Demi Alloh ! tidak boleh bagi salah seorang diantara kalian untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya kecuali dia akan bertemu dengan Alloh dalam keadaan memikul sesuatu itu nanti di hari kiamat. Sungguh aku mengetahui seorang diantara kalian bertemu dengan Alloh dalam kondisi membawa onta, atau sapi, atau kambing yang bersuara. Kemudian dia mengangkat tanganya sehingga terlihat putihnya ketiak beliau seraya berkata Ya Alloh bukankah aku telah sampaikan. Abu Humaid As-Saidi berkata Mataku telah melihat Rosulullah mengucapkan kalimat ini dan mengangkat tangannya dan telingaku telah mendengar apa yang diucapkan beliau โ€. [ HR. Al-Bukhari 6979 dan Muslim 1832 ]. BACA JUGA Ini Dia Turnamen Olahraga dengan Hadiah paling Menyedihkan di Dunia Imam Ibnu Hajar โ€“ rahimahullah โ€“ berkata ูˆูŽู…ูŽุดู’ุฑููˆุนููŠู‘ูŽุฉู ู…ูุญูŽุงุณูŽุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุคู’ุชูŽู…ูŽู†ู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุซู ูููŠู‡ู ูููŠ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ุนู ุงู„ู’ุนูู…ู‘ูŽุงู„ู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจููˆู„ู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉู ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุญููƒู’ู…ูŒ โ€œDisyariโ€™atkan untuk menghitung sesuatu yang diserahkan kepada orang yang dipercaya โ€“ pembahasan masalah ini telah berlalu dalam bab zakat โ€“ dan disyariโ€™atkan pula untuk melarang para pegawai/pekerja untuk menerima hadiah dari orang yang dia memiliki hukum atasnyaโ€. [ Fathul Bari 13/167 ]. Hal ini diperkuat oleh riwayat Abu Humaid As-Saidi, Rosulullah โ€“ shollallahu alaihi wa sallam โ€“ bersabda ู‡ูŽุฏูŽุงูŠูŽุง ุงู„ู’ุนูู…ู‘ูŽุงู„ู ุบูู„ููˆู„ูŒ โ€œHadiah para pekerja/pegawai adalah khianatโ€. [ HR. Ahmad, Al-Baihaqi dan sanadnya dishahihkan oleh asy-syaikh Al-Albani dalam โ€œShohihu Jamiโ€™ โ€œ 6898 ]. Imam An-Nawawi โ€“ rahimahullah โ€“ wafat 676 H berkata ูˆูŽูููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุจูŽูŠูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฏูŽุงูŠูŽุง ุงู„ู’ุนูู…ู‘ูŽุงู„ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ูˆูŽุบูู„ููˆู„ูŒ ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฎูŽุงู†ูŽ ูููŠ ูˆูู„ูŽุงูŠูŽุชูู‡ู ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุชูู‡ู ูˆูŽู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูููŠ ุนูู‚ููˆุจูŽุชูู‡ู ูˆูŽุญูŽู…ู’ู„ูู‡ู ู…ูŽุง ุฃูู‡ู’ุฏููŠูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูƒูŽู…ูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุบูŽุงู„ู‘ู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠ ู†ูŽูู’ุณู ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ุงู„ุณู‘ูŽุจูŽุจูŽ ูููŠ ุชูŽุญู’ุฑููŠู…ู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุจูุณูŽุจูŽุจู ุงู„ู’ูˆูู„ูŽุงูŠูŽุฉู ุจูุฎูู„ูŽุงูู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉู ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ุนูŽุงู…ูู„ู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู…ูุณู’ุชูŽุญูŽุจู‘ูŽุฉูŒ โ€œDi dalam hadits ini terdapat keterangan sesungguhnya hadiah untuk para pekerja/pegawai dari pihak lain karena jabatan dia di tempat dia bekerja termasuk perkara haram dan bentuk khianat. Karena sesungguhnya dia telah berkhianat dalam jabatan dan amanahnya. Oleh karena ini, telah disebutkan dalam hadits tersebut hukuman baginya dan dia akan membawa apa yang dihadiahkan kepadanya nanti di hari kiamat sebagaimana telah disebutkan semisal ini dalam masalah seorang yang menipu. Dalam hadits itu juga, rosulullah โ€“shollallahu alaihi wa salalm โ€“ telah menerangkan sebab dalam pengharaman hadiah baginya bagi para pekerja/pegawai . Karena sesungguhnya hal itu karena sebab tugas/jabatan, lain halnya hadiah untuk selain pekerja/pegawai, maka ini dianjurkan.โ€ [Syarh Shahih Muslim 12/219]. BACA JUGA Pahala Bacaan Quran Dihadiahkan, Bolehkah? Dari ucapan Imam An-Nawawi โ€“ rahimahullah โ€“ di atas juga dapat kita ambil faidah, sesungguhnya bila seorang pegawai atau pekerja diberi hadiah dari pihak tertentu, tapi bukan karena jabatan/tugas dia, akan tetapi karena kerabat, atau teman, atau karena sudah adat sebelum dia menjabat suatu jabatan, maka ini diperbolehkan. Imam Asy-Syaifiโ€™i โ€“ rahimahullah โ€“ berkata ูˆู…ุง ุฃู‡ุฏู‰ ู„ู‡ ุฐูˆ ุฑุญู… ูˆ ู…ูˆุฏุฉ ูƒุงู† ูŠู‡ุงุฏูŠู‡ ู‚ุจู„ ุงู„ูˆู„ุงูŠุฉ ูุงู„ุชุฑูƒ ุฃุญุจ , ูˆ ู„ุง ุจุฃุณ ุฃู† ูŠู‚ุจู„ ูˆ ูŠุชู…ูˆู„ โ€œDan apa yang dihadiahkan kepadanya dari pihak yang punya hubungan kerabat dengannya dan hubungan karena rasa kasih sayang, yang sudah biasa dia berikan kepadanya sebelum dia memangku suatu jabatan, maka meninggalkannya lebih aku senangi, dan tidak mengapa untuk menerimanya dan menyimpannya untuk dirinya sendiriโ€.[ disebutkan oleh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab โ€œIdhoul Ahkam Lima Yaโ€™khudzul Ummal Wal Hukkamโ€ hal 49 ]. Termasuk yang dibolehkan, ketika seorang guru misalnya, dia mengajar tanpa punya ikatan dengan suatu lembaga atau instansi tertentu yang menggaji dia, seperti guru pondok yang guru-gurunya tidak diikat oleh gaji, atau guru TPA di kampung-kampung yang tidak ada ikatan gaji dari lembaga tertentu, atau guru ngaji guru taklim/pengajian secara umum, maka boleh untuk menerima hadiah dari muridnya. Wallahu aโ€™lam bish shawab. [] Facebook Abdullah Al Jirani